OPINI: Refleksi Akhir Tahun: Kamu Sudah Di Mana?

09.40 lapmihmicabangpalopo 0 Comments



“Banyak hal yang kurang di Tahun kemarin”. Kata-kata ini merupakan contoh dari hal yang bermakna refleksi di dalamnya, yaitu kata dalam bahasa Indonesia berarti ada hal yang tidak optimal yang dilalui di tahun ini dan harus di maksimalkan di tahun yang akan datang. Dalam kamus besar bahasa Indonesia menyebutkan bahwa arti dari kata kata “Refleksi “ adalah gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar. Adapun refleksi diri adalah sebuah proses melihat kembali pengalaman yang telah dijalani untuk dapat menarik lessons learned / learning issues bagi diri sendiri dan dilanjutkan dengan penyusunan sebuah action plan untuk mengurangi kesenjangan (gap) yang masih ada antara harapan dan kenyataan.

Banyak hal yang terjadi, dan banyak kondisi yang telah kita jalani dalam mengarungi samudra kehidupan ini. Mulai dari bangun tidur hingga akan tertidur kembali. Manusia hidup di dunia ini tidak terlepas dari takdir dari Sang Maha Empunya Takdir. Ketika kamu mempunyai impian yang memang belum kamu capai pada tahun ini guys, maka pada saat inilah kamu harus dapat menyadari bahwa apakah usahamu untuk mencapai mimpimu sudah maksimal? Apakah langkah yang kamu tempuh dan jalani sudah mengarahkan pada impianmu itu? Atau bahkan sebaliknya. Karena setiap proses pasti tidak akan menghianati hasil bukan?

Setiap kita memasuki awal tahun, kita sering mengatakan bahwa resolusi tahun ini adalah melanjutkan resolusi dari tahun kemarin. Ini menjadi kata-kata yang sering kita dengar di telinga yang di ucapkan oleh manusia di dunia ini. Padahal, tidakkah kita teringat akan hadist Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa “ Manusia yang merugi adalah manusia yang menjalani hari ini sama dengan hari kemarin “ disini jelaslah bahwa islam mengajarkan kepada kita untuk berusaha dengan sungguh-sungguh agar hari perhari atau hari esok lebih baik dari pada hari ini. Kita tidak diajarkan untuk bermalas-malasan dan berpangku tangan. Dikutip dari pidatonya Jokowi (Presiden Republik  Indonesia) pada saat Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke 70 yaitu “Kerja, Kerja dan Kerja”. Disini dapat diartikan bahwa hidup itu mengajarkan kita kedinamisan dan harapan untuk menjadi yang lebih baik melalui kerja nyata dalam mencapai kehidupan yang lebih baik ke depan.

Satu pertanyaan dalam diri kita apabila akhir tahun tiba yaitu “ Kamu Sudah Sampai Dimana?”. Sebagai contoh ketika seseorang bepergian satu hari penuh untuk mencapai tujuannya mulai dari berangkat pukul 6 (enam) pagi, apakah tepat pada pukul 6 (enam) sore dia telah tiba di tujuan yang ia inginkan? Ketika jawaban nya adalah TIDAK. Maka ada faktor-faktor yang harus kita lihat yang menyebabkan seseorang terlambat sampai ke tujuan baik itu karena faktor internal maupun eksternal seperti transportasi yang ia tumpangi mogok di jalan , atau apakah dia lalai di terminal yang menyebabkan ketinggalan bus dan diharuskan menunggu beberapa jam lagi  untuk bus rute selanjutnya, atau bahkan  ketinggalan tiket keberangkatan?

Sebagai manusia yang mempunyai akal dan keistimewaan. Kita dituntut harus mengidentifikasikan Internal factor dalam diri kita adalah sesuatu yang terjadi akibat dari hasil perbuatan kita sendiri. Sedangkan external factor adalah hal yang terjadi dipengaruhi oleh orang lain yang ada di luar kita. Seperti yang telah disebutkan di atas yaitu lalai yang merupakan internal factor. Kelalaian  adalah hasil dari ulah si fulan yang menyebabkan ia terlambat dan lain halnya dengan pengoperasian dari transportasi itu tidak maksimal (berhenti di tengah perjalanan). Hal ini mengajak kita untuk mengetahui bahwa dalam hidup ini, kita harus mengetahui apa yang terjadi pada kita saat ini dan harus belajar memperbaiki dimasa yang akan datang dengan belajar. Karena fungsi dari refleksi sendiri adalah untuk membangunkan kembali Macan Tidur yang ada dalam diri kita dan mengoptimalkan sel-sel yang nonactive menjadi active kembali hingga perubahan iitu ada dan menjadi nyata di kehidupan kita yang akan datang. Karena Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang mengubahnya dengan belajar yang nyata dan berkarya yang sungguh sungguh untuk perubahan ke arah yang lebih baik.

Syamsu Mappa menjelaskan bahwa belajar merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang vital dalam usahanya untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dirasakannya belajar sebagai suatu kebutuhan yang vital karena semakin pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan berbagai perubahan yang melanda segenap aspek kehidupan dan penghidupan manusia, karena tanpa belajar, manusia akan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan tuntutan hidup, kehidupan dan penghidupan yang senatiasa berubah. Dengan demikian belajar merupakan suatu kebutuhan yang dirasakan sebagai keharusan untuk dipenuhi sepanjang usia manusia sejak lahir hingga akhir hayatnya. Hal ini sangat sesuai dengan hadist rasulullah yaitu Belajarlah dari ayunan sampai ke liang lahat “ Learning from the cradle to the pit ”.

Nah, setelah kita mengetahui penyebab dari ketertinggalan kita. Maka kita harus kita kaji ulang kembali atau remind bahwa apakah jalan yang kita tempuh menuju impian itu sudah benar. Apabila belum benar, maka kita harus kembali meluruskan niat dan mengambil jalan yang berbeda dengan tujuan yang sama “ Other Way In Same Purpose” dan Reschedule kembali action – action yang masih tertunda. Oleh karena itu kita harus belajar dari pengalaman, karena pengalaman adalah guru yang terbaik. “Experience is the best teacher”.

Marilah kita merenung sejenak. Membuka kembali lembaran lembaran yang pernah kita lukis akan semua janji diri kita sendiri. Apakah semua janji itu sudah kita penuhi. Kita tentunya sering menepati janji dengan hati yang riang pada orang lain, namun hal yang paling sulit adalah menepati janji pada diri kita sendiri. Karena melawan kekurangan diri itu sungguh lebih sulit daripada melawan musuh yang ada di luar diri kita. Semoga saja aku dan kamu guys sudah berada pada posisi yang yang semestinya. Tetaplah berusaha dan berdoa “Ora et La Bora” Salam sukses !!! Never Give Up. Happy New Year 2017. I hope you will be better in the future (*)

Oleh Anita
(Manager Program Komunitas Berdaya Indonesia dan Pengurus KOHATI PB HMI 2016-2018)

You Might Also Like

0 komentar: