Ini Daftar Ketum PB HMI...


PALOPO,LAPMI-HMI adalah organisasi mahasiswa Islam tertua dan terbesar di Indonesia. Ia lahir beberapa tahun setelah Indonesia Merdeka yakni berdiri  5 Februari 1947  di Yogyakarta. Hingga kini telah menggelar Kongres ke-29.

Sebelum memlih ketua melalui Kongres, pada awal-awal pembentukannya Ketua PBI HMI dipilih melalui penunjukkan. Selanjutnya Kongres HMI yang pernah digelar tiga tahunan, kini digelar dua tahunan.
Organisasi ini selalu menjadi perhatian karena terbukti kerap melahirkan tokoh-tokoh besar yang namanya tenar di telinga publik. Karena itu di bawah ini adalah daftar Ketua Umum PB HMI bersama kisah-kisah terpilihnya.


1948: Lafran Pane.
Salah satu pendiri HMI. Terakhir pengajar ilmu hukum tata negara di Sunan IAN Kalijaga. HMI berdiri  5 Februari 1947 di Yogyakarta, salah satu Kota Perjuangan kala itu.

1948-1948 : HMS (Haji Mohammad Syafa’at) Mintareja.
Mulanya ditunjuk Lafran Pane sebagai Ketua HMI 6 bulan setelah HMI berdiri. Selanjutnya pada Kongres ke-1 di Yogyakarta pada tanggal 30 November 1947. Mintaredja dikukuhkan menjadi Ketua PB HMI untuk periode tahun 1947 sampai 1951. Namun saat terjadi  agresi militer Belanda II ia keluar dari Yogja dan menyerahkan jabatan kepada Lafran Pane

1948-1949   – Ahmad Tirtosudiro.

Sempat kuliah di UGM  jurusan hukum dan terpilih sebagai Ketua  HMI tahun 1948-1949. Namun akhirnya memilih berkarier di militer dengan pangkat terakhir Letjen.

1950-1951:
Lukman El-Hakim: Ditandai dengan pemindahan sekretariat dari Yogyakarta ke Jakarta Juni 1950.

1951-1953 –  Ahmad Dahlan Ranuwiharja.
Kongres ke-2 di Yogyakarta pada tanggal 15 Desember 1951 memilih Ahmad Dahlan Ranuwiharja sebagai Ketua Umum HMI 1951-1953. Di bawah kepengurusan Dahlan, HMI mulai eksis meski sering mengritik pemerintahan Presiden Soekarno saat itu. Dahlan dikenal sebagai tokoh Islam nasionalis. Ia dianggap sukses mempertahankan posisi HMI pada masa penuh gejolak saat itu.

1953-1955 – Deliar Nooer.
Mulai aktif di HMI tahun 1950 sebagai Ketua Umum HMI cabang Jakarta. Tiga tahun kemudian ia terpilih sebagai Ketua Umum PB HMI di Kongres ke-3 yang pertama kalinya digelar di Jakarta pada tanggal 4 September 1953.  Ia dikenal sebagai tokoh islam yang kritis. Menjadi  orang Indonesia pertama yang memperoleh gelar Ph.D. dalam ilmu politik.

1955-1957 – Amin Rajab Batubara menggantikan Deliar Noer.
Sebelumnya ia dikenal sebagai salah satu anggota Tim Perumus Tafsir Asas HMI . Amin terpilih dalah Kongres ke-4 HMI di Bandung pada tanggal 14 Oktober 1955.

1957-1960 – Ismail Hasan Matareum.
 Menjadi Ketua PB HMI pertama dengan masa periode jabatan tiga tahun. Ia terpilih pada Kongres ke-5 di Medan pada tanggal 31 Desember 1957. Kelak ia menjadi Ketua Umum PPP dengan masa jabatan cukup lama yakni 1989-1998. Ismail juga Wakil Ketua DPR/MPR 1992-1997.

1960-1963 – Nursal.
 Terpilih pada Kongres ke-6 di Makassar pada tanggal 20 Juli 1960.

1963-1966 – Sulastomo.
 Saat Kongres ke-7 HMI digelar kembali di Jakarta pada tanggal 14 September 1963, Sulastomo yang berasal dari Fakultas Kedokteran UI dan Ketua HMI cabang Jakarta  terpilih menjadi ketuanya.

1966-1969 dan  1969-1971 – Nurcholis Madjid.
Ia menjadi satu-satunya Ketua Umum PB HMI dua periode. Pertama saal  Kongres ke-8 di Solo tanggal 17 September 1966 dan saat Kongres ke-9 di Malang pada tanggal 10 Mei 1969. Alm Nurcholish Madjid bukan saja dikenal sebagai mantan Ketua PB HMI dan dikenang sebagai pemikir Islam terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

1971-1974 – Akbar Tanjung.
 Saat digelar Kongres ke-10 di Palembang pada tanggal 10 Oktober 1971, Akbar Tanjung terpilih menjadi Ketua HMI ke-10 versi kongres, atau ke-11 sejak Lafran Pane. Nama Akbar Tandjung kini dikenal sebagai tokoh senior Partai Golkar yang menjabat beberapa jabatan menteri Era Presiden Soeharto.

1974-1976 – Ridwan Saidi.
Terpilih dalam Kongres ke-11 di Bogor pada tanggal 12 Mei 1974. Pernah menjadi anggota DPR.  Ia dikenal sebagai tokoh betawi dan pengamat politik hingga kini.

1976-1978 – Chumaidi Syarif Romas.
Terpilih pada Kongres ke-12 di Semarang tanggal 16 Oktober 1976. Dosen UIN Yogyakarta itu kini menjabat salah satu komisioner Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP), perusahaan Negara di bawah Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

1978-1981 – Abdullah Hehamahua
Merasakan menjadi Ketua Umum PB HMI saat terpilih di Kongres ke-13 di Makassar (Ujungpandang) pada tanggal 12 Februari 1979. Belakangan namanya lebih dikenal sebagai Mantan penasehat KPK ini

1981-1983 – A Zacky Siradj
Memimpin HMI dua tahun setelah terpilih pada Kongres ke-14 di Bandung pada tanggal 30 April 1981. Kini Zacky menjadi Anggota DPR RI 2014-2019 dari Fraksi Partai Golkar dapil Jabar XI.

1983-1986 – Harry Azhar Aziz.
Pada Kongres HMI ke-15 di Medan pada tanggal 26 Mei 1983, Harry Azhar Aziz terpilih sebagai ketuanya. Kini Harry Azhar Aziz adalah Ketua BPK RI 2014-2019.

1986-1988 – M. Saleh Khalid.
Kongres ke-16 di Padang pada tahun 1986 M. Saleh Khalid terpilih sebagai ketuanya. Namun untuk pertama kali di Kongres ini, PB HMI terpecah menjadi dua. Yakni HMI Diponegoro (Dipo) dan  HMI Majelis Penyelamatan Organisasi (MPO).

1988-1990 – Herman Widyananda terpilih sebagai Ketua Umum HMI Dipo dalam Kongres ke-17 di Lhokseumawe, Aceh, 6 Juli 1988.

1990-1992 – Ferry Mursidan Baldan
yang kini menjadi Menteri Pertanahan dan Kepala BPN adalah mantan Ketua Umum PB HMI yang terpilih pada Kongres ke-18, di Jakarta, 24 september 1990.

1992-1995 – M. Yahya Zaini
Terpilih sebagai Ketum PB HMI pada Kongres ke-19, di Pekan baru 9 Desember 1992.

1995-1997 – Taufiq Hidayat
Terpilih dalam Kongres ke-20, di Surabaya 29 Januari 1995. Alumni Universitas Negeri Jember itu pernah menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Golkar mewakili Jawa Timur.

1997-1999 – Anas Urbaningrum
Sempat harum namanya saat terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dalam usia masih di bawah 40 tahun. Alumni Universitas Airlangga itu terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI pada Kongres ke-21 di Yogyakarta 26 Agustus 1997.

1999-2002 – M. Fakhruddin
Terpilih memimpin HMI pada Kongres ke-22 di Jambi 3 Desember 1999. Ia kemudian pernah menjadi Sekjen KNPI, dan Wasekjen Partai Demokrat.

2002-2004 – Kholis Malik
Terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI pada Kongres ke-23 di Balikpapan, 30 April 2002. Dari HMI MPO ketuanya Cahyo Pamungkas.

2004-2006 – Hasanuddin
Dipilih Kongres HMI ke-24 di Jakarta, 23 Oktober 2003. Sempat terjadi pencopotan dirinya tahun 2004, namun ia menganggap tidak sah.

2006-2008 – Fajar Zulkarnain
Ketua HMI Cabang Jatinangor, Jawa Barat, terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI periode 2006-2008 pada Kongres ke-25 di Makassar, 20 Februari 2006. Fajar meraih 134 suara mengungguli saingan utamanya Eka Sastra dari HMI Cabang Makassar Timur yang meraih 107 suara dan Haerullah dari HMI Cabang Jakarta dengan 43 suara. Semua 284 pemegang hak suara dari 147 cabang HMI yang mengikuti Kongres itu memberikan suaranya dan tidak satupun kertas suara yang dinyatakan batal.

2008-2010 – Arip Mustofa
Terpilih pada Kongres ke-26 di Palembang 28 Juli 2008. Di acara Kongres HMI kali ini dibacakan komitmen islah oleh Ketua Umum Pengurus Besar PB HMI 2006-2008 Fajar R Zulkarnaen, dan Ketua PB HMI MPO 2007-2009, Syahrul Effendy Dasopa. Pembacaan disaksikan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (JK) dan mantan Ketua DPR Akbar Tandjung. Namun pada 9 Juni 2009 HMI MPO tetap menggelar kongres sendiri dan memilih Muhammad Chozin Amirullah sebagai Ketua Umum HMP MPO periode 2011-2013.

2010-2013 – Nurfajriansyah
Terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI pada Kongres ke-27 Depok tanggal 5 – 10 November 2010. Pada Maret 2012 Nurfajriansyah mengalami luka memar di wajah saat bentrok dengan polisi saat unjuk rasa di depan Istana.

2013-2015 – M. Arif Rosyid.
menang telak dalam pemilihan Ketua Umum PB HMI pada Kongres ke-28 di Gedung Olahraga Remaja (GOR) Ragunan, Jakarta Selatan. 15 April 2013. Ia memperoleh dukungan suara terbanyak, 283 suara, mengalahkan Nur Fajriansyah yang mencoba maju lagi dengan 65 suara pada pemilihan putaran kedua. Kala itu sebenarnya ada tiga kandidat yang lolos untuk maju di putaran kedua. Yaitu, Arief Rosyid, Nur Fajriansyah, dan Mulyadi. Tapi Mulyadi mundur dan mendukung Arief Rosyid.  Namun sebagian peserta Kongres HMI ke-28 tak puas dan melanjutkan Kongres HMI di Malang.

2015 - 2018 - Mulyadi P Tamsir (Kalimantan Barat)

Memperoleh suara sebanyak 224 suara mengungguli Azhar Kahfi (Surabaya) yang meraih 181 suara dan 2 suara dinyatakan tidak sah diputaran kedua pemilihan. Adapun di putaran pertama terdapat 11 kandidat. Selain Mulyadi dan Azhar Kahfi juga terdapat Ahmad Tantawi, Bambang Pria, Ricky Valentino, Arianto, Faturrahman, Chairul Basyar, Hery Mauliza, Faizal Muhlis, dan Fikri Suadu.

OPINI: Refleksi Akhir Tahun: Kamu Sudah Di Mana?



“Banyak hal yang kurang di Tahun kemarin”. Kata-kata ini merupakan contoh dari hal yang bermakna refleksi di dalamnya, yaitu kata dalam bahasa Indonesia berarti ada hal yang tidak optimal yang dilalui di tahun ini dan harus di maksimalkan di tahun yang akan datang. Dalam kamus besar bahasa Indonesia menyebutkan bahwa arti dari kata kata “Refleksi “ adalah gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar. Adapun refleksi diri adalah sebuah proses melihat kembali pengalaman yang telah dijalani untuk dapat menarik lessons learned / learning issues bagi diri sendiri dan dilanjutkan dengan penyusunan sebuah action plan untuk mengurangi kesenjangan (gap) yang masih ada antara harapan dan kenyataan.

Banyak hal yang terjadi, dan banyak kondisi yang telah kita jalani dalam mengarungi samudra kehidupan ini. Mulai dari bangun tidur hingga akan tertidur kembali. Manusia hidup di dunia ini tidak terlepas dari takdir dari Sang Maha Empunya Takdir. Ketika kamu mempunyai impian yang memang belum kamu capai pada tahun ini guys, maka pada saat inilah kamu harus dapat menyadari bahwa apakah usahamu untuk mencapai mimpimu sudah maksimal? Apakah langkah yang kamu tempuh dan jalani sudah mengarahkan pada impianmu itu? Atau bahkan sebaliknya. Karena setiap proses pasti tidak akan menghianati hasil bukan?

Setiap kita memasuki awal tahun, kita sering mengatakan bahwa resolusi tahun ini adalah melanjutkan resolusi dari tahun kemarin. Ini menjadi kata-kata yang sering kita dengar di telinga yang di ucapkan oleh manusia di dunia ini. Padahal, tidakkah kita teringat akan hadist Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa “ Manusia yang merugi adalah manusia yang menjalani hari ini sama dengan hari kemarin “ disini jelaslah bahwa islam mengajarkan kepada kita untuk berusaha dengan sungguh-sungguh agar hari perhari atau hari esok lebih baik dari pada hari ini. Kita tidak diajarkan untuk bermalas-malasan dan berpangku tangan. Dikutip dari pidatonya Jokowi (Presiden Republik  Indonesia) pada saat Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke 70 yaitu “Kerja, Kerja dan Kerja”. Disini dapat diartikan bahwa hidup itu mengajarkan kita kedinamisan dan harapan untuk menjadi yang lebih baik melalui kerja nyata dalam mencapai kehidupan yang lebih baik ke depan.

Satu pertanyaan dalam diri kita apabila akhir tahun tiba yaitu “ Kamu Sudah Sampai Dimana?”. Sebagai contoh ketika seseorang bepergian satu hari penuh untuk mencapai tujuannya mulai dari berangkat pukul 6 (enam) pagi, apakah tepat pada pukul 6 (enam) sore dia telah tiba di tujuan yang ia inginkan? Ketika jawaban nya adalah TIDAK. Maka ada faktor-faktor yang harus kita lihat yang menyebabkan seseorang terlambat sampai ke tujuan baik itu karena faktor internal maupun eksternal seperti transportasi yang ia tumpangi mogok di jalan , atau apakah dia lalai di terminal yang menyebabkan ketinggalan bus dan diharuskan menunggu beberapa jam lagi  untuk bus rute selanjutnya, atau bahkan  ketinggalan tiket keberangkatan?

Sebagai manusia yang mempunyai akal dan keistimewaan. Kita dituntut harus mengidentifikasikan Internal factor dalam diri kita adalah sesuatu yang terjadi akibat dari hasil perbuatan kita sendiri. Sedangkan external factor adalah hal yang terjadi dipengaruhi oleh orang lain yang ada di luar kita. Seperti yang telah disebutkan di atas yaitu lalai yang merupakan internal factor. Kelalaian  adalah hasil dari ulah si fulan yang menyebabkan ia terlambat dan lain halnya dengan pengoperasian dari transportasi itu tidak maksimal (berhenti di tengah perjalanan). Hal ini mengajak kita untuk mengetahui bahwa dalam hidup ini, kita harus mengetahui apa yang terjadi pada kita saat ini dan harus belajar memperbaiki dimasa yang akan datang dengan belajar. Karena fungsi dari refleksi sendiri adalah untuk membangunkan kembali Macan Tidur yang ada dalam diri kita dan mengoptimalkan sel-sel yang nonactive menjadi active kembali hingga perubahan iitu ada dan menjadi nyata di kehidupan kita yang akan datang. Karena Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang mengubahnya dengan belajar yang nyata dan berkarya yang sungguh sungguh untuk perubahan ke arah yang lebih baik.

Syamsu Mappa menjelaskan bahwa belajar merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang vital dalam usahanya untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dirasakannya belajar sebagai suatu kebutuhan yang vital karena semakin pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menimbulkan berbagai perubahan yang melanda segenap aspek kehidupan dan penghidupan manusia, karena tanpa belajar, manusia akan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan tuntutan hidup, kehidupan dan penghidupan yang senatiasa berubah. Dengan demikian belajar merupakan suatu kebutuhan yang dirasakan sebagai keharusan untuk dipenuhi sepanjang usia manusia sejak lahir hingga akhir hayatnya. Hal ini sangat sesuai dengan hadist rasulullah yaitu Belajarlah dari ayunan sampai ke liang lahat “ Learning from the cradle to the pit ”.

Nah, setelah kita mengetahui penyebab dari ketertinggalan kita. Maka kita harus kita kaji ulang kembali atau remind bahwa apakah jalan yang kita tempuh menuju impian itu sudah benar. Apabila belum benar, maka kita harus kembali meluruskan niat dan mengambil jalan yang berbeda dengan tujuan yang sama “ Other Way In Same Purpose” dan Reschedule kembali action – action yang masih tertunda. Oleh karena itu kita harus belajar dari pengalaman, karena pengalaman adalah guru yang terbaik. “Experience is the best teacher”.

Marilah kita merenung sejenak. Membuka kembali lembaran lembaran yang pernah kita lukis akan semua janji diri kita sendiri. Apakah semua janji itu sudah kita penuhi. Kita tentunya sering menepati janji dengan hati yang riang pada orang lain, namun hal yang paling sulit adalah menepati janji pada diri kita sendiri. Karena melawan kekurangan diri itu sungguh lebih sulit daripada melawan musuh yang ada di luar diri kita. Semoga saja aku dan kamu guys sudah berada pada posisi yang yang semestinya. Tetaplah berusaha dan berdoa “Ora et La Bora” Salam sukses !!! Never Give Up. Happy New Year 2017. I hope you will be better in the future (*)

Oleh Anita
(Manager Program Komunitas Berdaya Indonesia dan Pengurus KOHATI PB HMI 2016-2018)

Ini Syarat LKK Cabang Palopo...Klik!!!

Logo LKK HMI Cabang Palopo


PALOPO,LAPMI-Korps-HMI-Wati (Kohati) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Januari mendatang akan melaksanakan kegiatan Latihan Khusus Kohati (LKK).

Kader Kohati yang akan menjadi peserta untuk kegiatan LKK tingkat nasional ini sangat terbatas. Olehnya itu, calon peserta akan melalui tahap seleksi yang cukup ketat. Bahkan, mereka yang akan diseleksi, minimal memenuhi persyaratan awal.(*/lapmi)

Berikut persyaratan yang dimaksud:
  • Lulus LK I (minimal 6 bulan), dibuktikan degan fotokopi sertifikat atau surat keterangan.
  • Membawa dan menyerahkan surat mandat dari cabang yang bersangkutan.-Wajib mengikuti screening dan dinyatakan lulus screening.
  • Membuat dan membawa makalah dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Judul makalah disesuaikan dengan tema dan materi yang telah ditetapkan panitia.
  • Makalah diketik sesuai standard penulisan karya ilmiah. Minimal 10 halaman dengan referensi minimal 5 buku (tidak termasuk koran, majalah, dan selebaran) 
  • Membawa buku referensi (5 buah)
  • -Membawa kliping koran/internet dengan tema keperempuanan (2 halaman folio)
  • -Peserta wajib menggunakan busana muslimah, sebaiknya berbaju kurung. (tidak diperkenankan memakai celana panjang di forum) membawa Al-Qur’an terjemahan dan Pedoman Dasar KOHATI (PDK).
  • Mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan pas foto 3x4 sebanyak 3 lembar.
  • Membayar kontribusi sebesar Rp 150.000.
  • Bagi peserta yang tidak memenuhi persyaratan di atas, tidak berhak mengikuti training.

Januari, KOHATI Cabang Palopo Gelar LKK

Logo LKK Kohati Cabang Palopo

PALOPO,LAPMI-Korps-HMI-Wati (Kohati) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang saat ini tengah disibukkan dengan persiapan pelaksanaan kegiatan Latihan Khusus Kohati (LKK) yang rencananya akan dilaksanakan pada Januari mendatang.

Kegiatan yang mengangangkat tema “Reaktualisasi Peran dan Fungsi KOHATI dalam merespon perubahan sosial” itu rencananya akan dilaksanakan di Villa Meli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

''Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai wadah untuk membina dan meningkatkan kualitas Kader HMI-Wati dalam penguatan intelektual, dalam mengaktualisasikan peran dan fungsi KOHATI, dalam merspon perubahan sosial kekinian. Dan tentunya tidak mengurangi nilai-nilai moralitas agar menjadi muslimah sejati untuk pencapaian tujuan HMI dan KOHATI pada khususnya, serta Bangsa pada Umumnya,'' kata Ketua Kohati HMI Cabang Palopo, Atika Lambau.

Adapun target pelaksanaan kegiatan ini, agar mampu mengembangkan wacana berfikir yang progresif sesuai dengan perspektif Islam., memiliki kemampuan intelektual dalam merespon dan menyikapi segala bentuk permasalahan keperempuanan, serta memiliki semangat juang yang tinggi, militan terhadap amanah yang diemban, berkepribadian profesional dan mampu menampilkan citra diri (self imaginary) sebagai salah satu lokomotif utama perjuangan.

''Juga diharapkan agar mempunyai kesadaran yang tingi akan fungsi dan perannya sebagai kader KOHATI,'' kata Atika. Kegiatan LKK itu sendikri akan dilaksanakan pada 23 - 27 Januari 2017.(*/lapmi)

Video: Mengenal Lafran Pane



PALOPO,LAPMI-Lafran Pane lahir di Padang Sidempuan 05 Februari 1922. Menurut berbagai tulisan sebelumnya, disebutkan bahwa Lafran Pane lahir pada 12 April 1923 di Kampung Pangurabaan Kecamatan Siporok, sebuah tempat yang terletak di kaki Gunung Sibualbuali, 38 kilo meter ke arah utara dari "kota salak" Padang Sidempuan, ibu kota KabupatenTapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Lafran Pane Wafat pada tanggal 24 Januari 1991, orang akhirnya tahu, setelah kematiannya, Lafran ternyata lahir 5 Februari 1922, bukan 12 April 1922 seperti yang kerap ia gunakan dalam catatan resmi.

Lafran Pane adalah anak keenam keluarga Sutan Pangurabaan Pane dari istrinya yang pertama, Lafran adalah bungsu dari enam bersaudara, yaitu: Nyonya Tarib, Sanusi Pane, Armijn Pane, Nyonya Bahari Siregar, Nyonya Hanifiah, Lafran Pane, dan selain saudara kandung, ia juga memiliki dua orang saudara tiri dari perkawinan kedua ayahnya, yakni: Nila Kusuma Pane dan Krisna Murti Pane.

Ayah Lafran Pane adalah seorang guru sekaligus seniman Batak Mandailing di Muara Sipongi, Mandailing Natal.

Keluarga Lafran Pane merupakan keluarga sastrawan dan seniman yang kebanyakan menulis novel, seperti kedua kakak kandungnya yaitu Sanusi Pane dan Armijn Pane yang juga merupakan sastrawan dan seniman.

Sutan Pangurabaan Pane termasuk salah seorang pendiri Muhammadiyahdi Siporok pada 1921. Sedangkan Kakek Lafran Pane adalah seorang ulama Syekh Badurrahman Pane, maka pendidikan keagamaannya didapat sebelum memasuki bangku sekolah.(*)

BERIKUT VIDEONYA



.

INI KODE DAN JUDUL MAKALAH LK II TINGKAT NASIONAL HMI CABANG PALOPO




(A) NDP Sebagai perspektif : Membongkar diskursus  ekonomi politik global

(B) Prinsip-prinsip ekonomi islam :Jawaban atas krisis ekonomi global.

(C) Ekologi : “Motif” dibalikisu global.

(D) Neoliberalisme dan Neokolonial : Praktik tatakelola pemerintahan.

(E) Automodernitas : Rekayasa sosial budaya melalui teknologi informasi komunikasi

(F) Network Society : Perspektif  lintas budaya

(G) Praktek kartel : Motif dibalik kebijakan kedaulatan pangan

(H) Oligarki : Fenomena politik transaksional pasca reformasi

(I) Politik identitas : imperaktf baru merumuskan isu SARA

(J) Patronase : Inkonsistensi ideologi partai politik dalam praktek ekonomi pembangunan

(K) e-government : transfaransi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan berbasis elektronik

(L) Menjarah kepentingan publik : praktek kartel pada aras lokal

(M) Mission HMI dalam konteks Indonesia kontemporer







 













 










LK II HMI Cabang Palopo Hanya Target 40 Peserta, Berikut Persyaratannya...

  
PALOPO,LAPMI- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palopo, hanya menargetkan sebanyak 40 orang peserta untuk mengikuti forum Latihan Kader II atau Intermediate Training tingkat Nasional yang rencananya akan dilaksanakan mulai 16 Januari 2017 mendatang.

Demikian diungkapkan Koordinator Steering LK II HMI Cabang Palopo, Surahman, SPd, MPd, kepada LAPMI-HMI
Cabang Palopo. Ia mengatakan peserta diprokyeksikan terdiri dari kader HMI diseluruh Cabang di Indonesia dengan jumlah 40 orang dengan kriteria kader yang telah ditentukan.

''Pertimbangan efektivitas proses didalam forum, sehingga kami harus memutuskan hanya menerima 40 peserta saja,'' katanya. (*/lapmi)

Berikut sejumlah kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta, agar dinyataka layak mengikuti forum Intermediate training tingkat Nasional HMI Cabang Palopo.
1. Kader HMI yang telah mengikuti LK I minimal 6 Bulan.
2. Membawa surat mandate dari cabang yang bersangkutan.
3. Membawa Lembar Kader Basic Training.
4. Pas foto 3 x 4 sebanyak 4 Lembar
5. Membayar Konstribusi Rp. 250.000;-
6. Membawa 7 buku untuk referensi selama proses pelatihan intermediate training
7. Membawa Al-Qur’an danTerjemahan
8. Peserta WAJIB Berpakaian rapi :
    - Laki-Laki memakai baju kameja, dasi dan memakai sepatu.
    - Perempuan memakai pakaian busana muslimah yang sopan.
9. Membuat Makalah dengan ketentuan :
    - Tema makalah sesuai dengan Tema yang ditentukan.
    - Naskah makalah dibuat dalam  2 bentuk : Hardcopy (2 rangkap) & Softcopy (1 rangkap)
    - Naskah makalah dibuat di atas kertas HVS, ukuran kertas ialah A4 (21 cm x 29,7 cm) berwarna        putih, ditulis tidak bolak-balik dengan menggunakan tinta berwarna hitam.
    - Bidang pengetikan dengan margin  4-3-3-3 yaitu berjarak 4 cm dari tepi kiri kertas, dan 3 cm       dari tepi atas, tepi kanan, dan tepi bawah kertas.
    - Makalah terdiri dari minimal 20 halaman (tidak termasuk halaman sampul, kata pengantar,           daftar isi).
    - Makalah diketik dengan huruf  Times New Roman ukuran 12.
    - Semua bagian Makalah diketik  dengan  spasi 1,5 kecuali Bab dan Sub Bab
    - Judul bab diketik di batas atas bidang pengetikan,  disusun simetris (center), menggunakan       huruf besar semua dan cetak tebal (bold), tanpa penggaris bawahan ataupun pembubuhan       tandabaca titik di akhir judul. Penomoran bab menggunakan angka Romawi.
    - Halaman pada makalah diberikan penomoran (page number) pada posisi kanan bawah.
    - Daftar Pustaka WAJIB terdiri dari minimal 10 buku (belum termasuk referensi dari internet,       surat kabar, artikel, majalah, dll jika ada)
    - Penulis makalah WAJIB mengikuti komposisi struktur makalah yang telah ditentukan oleh       steering committee (terlampir).
    - Format penulisan sampul luar adalah Lambang HMI.
    - Format penulisan dalam daftar  pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya, dan       mengikuti format sebagai berikut;
        • Nama Penulis, Tahun, Judul buku (cetak miring), Penerbit, Tempat diterbitkan.
          (NB: Jika sumber berasal dari internet maka alamat link, tanggal dan waktu diakses           wajib dicantumkan.)

Contoh (buku) :
    - Djaelani, A. Qodir., 1999, Sejarah Perjuangan Umat Islam Indonesia, Yayasan Pengkajian Islam       Madinah Al-Munawaroh, Jakarta.
    - Sitompul, A. Salim, 1986, Citra HMI, Sumbangsih Offset, Yogyakarta.
    - Mengirim File Makalah yang telah hard out di e-mail :lk2hmicab.palopo@yahoo.com


Contak Person
Ketua Cabang        : 085385200222
Ketua Panitia        : 082187477784
Sekertaris Panitia    : 082292780195

Akbar Tanjung Dijadwalkan Hadiri LK-2 HMI Cabang Palopo

Pengurus HMI Cabang Palopo saat berdiskusi dengan Mantan Ketua Umum PB HMI yang juga Ketua Majelis Pertimbangan KAHMI Nasional, Akbar Tanjung, baru-baru ini.
 

MASAMBA,LAPMI-Politisi senior Golkar, Akbar Tanjung, dijadwalkan berkunjung Kabupaten Luwu Utara pada akhir Januari 2017.

Akbar dalam rangka menghadiri Intermediate Training Tingkat Nasional (LK-2) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palopo, 22-30 Januari 2017.

“Insya Allah, kakanda Akbar Tanjung hadir pada pelaksanaan LK-2,” kata Ketua HMI Cabang Palopo, Zulkifli Baso Amir.

LK-2 HMI Cabang Palopo bakal dipusatkan di salah satu hotel di Masamba, Luwu Utara.

Persertanya adalah kader HMI se-Indonesia. Selain LK-2, juga digelar Latihan Khusus Kohati (LKK). (tribunlutra)

Januari 2017, HMI Cabang Palopo Gelar LK-II

 
Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palopo saat audience bersama dengan Bupati Luwu Utara, Hj. Indah Putri Indriani, di Rujab Bupati Lutra.


MASAMBA,LAPMI-Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palopo bakal menggelar Intermediate Training Tingkat Nasional (LK-2) di Kabupaten Luwu Utara.

Ketua HMI Cabang Palopo, Zulkifli Baso Amir, mengatakan, LK-2 rencananya digelar 22-30 Januari 2017.
"Kami rencana menggelar LK-2 di Luwu Utara, untuk hotel tempat pelaksanaannya belum kami tetapkan," kata Zulkifli.

Menurut mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo ini, rencananya peserta LK-2 adalah kader HMI se-Indonesia.

"Pelaksanaannya sudah siap, kami juga sudah melakukan komunikasi dengan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani," tuturnya.

Selain LK-2, juga akan digelar Latihan Khusus Kohati (LKK).) (*)